September 14, 2019

Ingin Bisnis Semakin Maju? Centang Biru di WhatsApp Jangan Dimatikan

Yogyakarta, 12 September 2019 – Senior Trainer dan Public Speaker Lusy Laksita. bercerita dihadapan puluhan peserta Communication Skill Knowledge Sharing serangkaian Jogja Tourism Festival (JTF) 2019 tentang pengalamannya menerima sebuah pelayanan bisnis yang buruk. Dalam acara yang diselenggarakan pada hari Kamis, (12/09/2019) di Joglo Mandapa tersebut, Lusy menceritakan bahwa ia sering membatalkan sebuah kerja sama karena tanda “centang biru” whatsapp yang berarti “pesan sudah terbaca” dan informasi terakhir dilihat dimatikan.

“Saya beberapa kali membutuhkan ruangan di hotel, saya kontak hotelnya tapi centang birunya dimatikan jadi saya tidak tahu ini orangnya sudah baca apa belum, yaudah saya pindah hotel lain,” tutur Lusy.

Tepat dihadapan para peserta yang merupakan pelaku bisnis pariwisata tersebut Ia menjelaskan, apabila kedua tanda tersebut dimatikan maka dapat berdampak buruk pada sebuah bisnis. Bisa saja pihak yang sebelumnya ingin melakukan kerja sama bisnis justru mengurungkan niat karena tidak tahu pesannya sampai atau tidak.

“Centang biru dan terakhir dilihat dalam WhatsApp dimatikan itu sangat menghambat komunikasi, karena orang jadi enggak tahu pesan tersebut sudah dibaca atau belum,” papar Lusy.

Baginya, hal sekecil ini lah yang harus tetap diperhatikan seluruh pelaku bisnis. Terlebih mematikan komponen tersebut sering dianggap sepele dan banyak yang tidak tahu dampak buruknya.

Lusy berpesan bagi para peserta, untuk menghidupkan kembali tanda “centang biru dan informasi terakhir dilihat. “Silahkan yang centang birunya dimatikan bisa dihidupkan kembali supaya komunikasinya tidak terhambat, terutama dalam membangun bisnis. Balas pesan enggak harus ‘kemrungsung; karena membalas itu juga butuh pikiran,” tegasnya.

Ketua Panitia JTF 2019 Muhaiminul Adlil Haq mengatakan, setidaknya akan terdapat 8 konsep knowledge sharing yang hadir dalam serangkaian JTF 2019. Hal ini dilakukan sebagai wadah belajar seluruh masyarakat terutama para pelaku pariwisata.

“Semoga dengan konsep knowledge sharing kita semua dapat belajar bersama sehingga bisa terus mengembangkan pariwisata di DIY dan menjadikan Yogya sebagai salah satu wisata unggulan di Asia Tenggara pada tahun 2025 nanti,” pungkasnya.

Tentang Jogja Tourism Festival 2019

Jogja Tourism Festival (JTF) adalah kegiatan kolaboratif, satu-satunya festival pariwisata di wilayah Yogyakarta yang didasarkan pada kemitraan antara publik-swasta dengan pemerintah. Upaya bersama yang melibatkan 5 unsur penta-helix (Pemerintah, Pelaku Usaha, Akademi, Media, dan Komunitas) ini bertujuan untuk membangun pengetahuan, memberdayakan dan menginspirasi para pemangku kepentingan pariwisata dalam mewujudkan Yogyakarta sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara pada tahun 2025. JTF sendiri bukan festival yang didanai pihak tertentu melainkan mengandalkan kontribusi semua partisipan untuk menjadikan festival “grass-roots” yang sukses bagi semua.

Informasi  lebih lanjut, silahkan hubungi

Satriyo Wicaksono
Media Relations JTF 2019     
0878 8585 3094
media@jogjatourismfestival.com

Leave a Comment

Your email address will not be published.

five − five =