September 14, 2019

Masuk Kalender UNWTO, Jogja Tourism Festival 2019 Jadi Satu-Satunya dari Asia Tenggara

Yogyakarta, 15 September 2019 – Masyarakat Yogyakarta tampaknya patut bangga terhadap Jogja Tourism Festival (JTF) 2019. Selain terdapat 23 rangkaian acara yang spektakuler, JTF juga telah diakui dan masuk agenda kegiatan United Nations World Tourism Organization (UNWTO) dalam menyambut Hari Pariwasata Dunia yang akan berlangsung Jumat (27/09/2019).

UNWTO sendiri merupakan organisasi pariwisata dunia yang merupakan salah satu badan dari PBB yang menangani pariwisata.

“Rabu kemarin JTF 2019 sudah resmi menjadi rangkaian acara Tourism Day UNWTO, ini artinya Yogya menjadi satu-satunya di Asia Tenggara yang turut terlibat langsung dalam perayaan,” tutur Ketua Panitia JTF 2019 Muhaiminul Adlil Haq kepada rekan media, Minggu (15/09/2019).

Tidak hanya itu, pihak JTF yang sempat beraudensi dengan Kementerian Pariwisata pun mampu membuat sang menteri Arief Yahya geleng-geleng kepala. Ekspresinya cukup terkejut luar biasa saat menyimak pemaparan seluruh rangkaian JTF 2019.

“Kemarin waktu audensi pak Arief Yahya pun sampai kagum seperti woow gitu. Ekspresi pak menteri luar biasa terkejut DIY bisa berbuat seperti ini,” tambah Adlil.

Perhelatan JTF 2019 sendiri memang digarap khusus untuk menyambut Hari Pariwisata Dunia. Uniknya, JTF dikerjakan menggunakan konsep penta-helix, yaitu kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan komunitas. Kelima elemen tersebut saling bersinergi menggarap JTF sesuai dengan bidang dan kemampuannya masing-masing.

“Satu bulan ini kita dedikasikan untuk pariwisata Yogya, kita bersama-sama memberikan sesuatu untuk pengembangan dan kemajuan pariwisata terutama dalam menyongsong Yogya sebagai salah satu tempat wisata unggulan di Asia Tenggara pada 2025,” tuturnya.

Ketua DPD Asita DIY Sudianto menegaskan, JTF 2019 bukanlah milik Asita melainkan sudah menjadi kepunyaan pariwisata DIY. Tercatat, tidak kurang dari 60 asosiasi dan komunitas pariwasata DIY turut terlibat aktif dalam mencanangkan JTF 2019.

“Di JTF 2019 ini semua pihak saling menanggalkan egoismenya, egosektoralnya untuk satu langkah bersama mencapai tujuan kemajuan pariwisata Yogya dan 2025 menjadi pariwisata unggulan di Asia Tenggara,” terang Sudianto.

Kepala Dinas Pariwasata Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyatakan, pihaknya turut bangga dan berterima kasih karena Bantul dipilih menjadi tuan rumah sekaligus tempat penyelanggaraan puncak acara JTF 2019. Menurutnya, peran serta dari seluruh lini masyarakat seperti ini lah yang akan membuat pariwisata di DIY akan lebih maju dan berkembang lagi

“Kebersamaan pelaku pariwisata ini sangat penting, apabila konsep dan pengembangan didukung seluruh swasta dan masyarakat nantinya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Semoga dengan JTF 2019 ini pariwisata di DIY semakin istimewa,” ujarnya penuh semangat.

Kwintarto pun berharap, kala JTF 2019 telah selesai seluruh pelaku pariwisata tetap terus memberikan masukkan-masukkan kepada instansi terkait termasuk Dinas Pariwisata. Hal tersebut dilakukan guna pariwisata di DIY dapat terus membuat perkembangan serta kemajuan.

“Pemerintah berharap terus mendapat masukan dari teman-teman pelaku pariwasata karena teman-teman ini kan yang setiap hari ada di lapangan. Kalau kami tidak diberi masukannya nanti takutnya kebijakan yang dibuat kurang baik atau justru malah tersesat,” pungkasnya.

Rangkaian JTF 2019 sendiri sudah dimulai sejak Kamis (12/09/2019) dan akan berakhir Sabtu (27/09/2019) di Gumuk Pasir Parangkusumo. Sebanyak 8 kegiatan knowledge exchange & workshop, 4 agenda Arts & Cultural Festivals, dan 11 agenda dalam acara puncak Hari Pariwisata Dunia akan dihadirkan untuk seluruh masyarakat. Agenda lengkap JTF 2019 dapat disimak melalui akun instagram @jogjatourismfestival. 

Tentang Jogja Tourism Festival 2019

Jogja Tourism Festival (JTF) adalah kegiatan kolaboratif, satu-satunya festival pariwisata di wilayah Yogyakarta yang didasarkan pada kemitraan antara publik-swasta dengan pemerintah. Upaya bersama yang melibatkan 5 unsur penta-helix (Pemerintah, Pelaku Usaha, Akademi, Media, dan Komunitas) ini bertujuan untuk membangun pengetahuan, memberdayakan dan menginspirasi para pemangku kepentingan pariwisata dalam mewujudkan Yogyakarta sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara pada tahun 2025. JTF sendiri bukan festival yang didanai pihak tertentu melainkan mengandalkan kontribusi semua partisipan untuk menjadikan festival “grass-roots” yang sukses bagi semua.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

eighteen − four =